Berolahraga Yang Baik

Olahraga merupakan suatu bentuk kegiatan fisik yang sudah direncanakan yang melibatkan gerakan tubuh secara berulang dan ditujukan untuk kebugaran. Banyak sekali manfaat yang diperoleh melalui olahraga terutama untuk kesehatan fisik (meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga berat badan ideal, meningkatkan kelenturan dan menguatkan tulang/otot) dan kesehatan mental (mengurangi stress, meningkatkan rasa percaya diri, membangun sportifitas dan kesetiakawanan sosial).

Jenis-jenis latihan fisik digolongkan ke dalam 3 kategori:

1. Aerobik
Latihan aerobik merupakan latihan fisik dengan intensitas sedang dan waktu yang lama. Latihan ini berhubungan dengan penggunaan oksigen dalam tubuh. Ada beberapa indikasi yang bisa dilihat dalam latihan aerobik ini yaitu: nadi (harus mencapai 60-85% dari maksimum denyut jantung), berbicara (masih mampu melakukan percakapan pendek sambil latihan)

2. Kelenturan/peregangan (Stretching)
Latihan peregangan ini merupakan bagian penting dalam berolahraga untuk menghindari terjadinya cidera dan nyeri otot. Biasanya ini dilakukan untuk latihan pemanasan dan pendinginan. Otot-otot yang dilatih meliputi kelompok otot yang besar.

3. Kekuatan (strength)
Latihan kekuatan penting untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot dimana otot yang terlibat adalah kelompok otot-otot yang besar. Masa otot dalam tubuh kita akan semakin berkurang sesuai dengan pertambahan usia. Berkurangnya masa otot ini akan menyebabkan penumpukan masa lemak dalam tubuh (yang menimbulkan kegemukan). Efek dari latihan kekuatan ini adalah untuk mencegah terjadinya 0steoporosis (pengeroposan tulang). Latihan kekuatan ini harus dilakukan paling tidak seminggu dua kali, setiap 1 set latihan harus terdiri dari 8-10 kali pengulangan

Bagaimana Melakukan Olahraga Yang Baik
  • Olahraga yang baik harus mengkombinasikan ketiga jenis latihan tersebut di atas, baik aerobik, peregangan maupun kekuatan.
  • Olahraga bisa dilakukan dimana saja, baik diluar atau di dalam ruangan.
  • Olahraga juga dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau tanpa alat, yang terpenting adalah kita tetap menjaga fisik kita tetap bergerak. 

Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam sering membingungkan, apakah ini tanda dari gejala flu biasa ataukah tanda dari penyakit lain yang lebih serius. Di antara penyakit yang ditandai dengan demam dan harus kita waspadai adalah DEMAM BERDARAH. Ada baiknya kita perlu mengetahui jenis penyakit yang familiar atau sering melanda masyarakat kita, atau mungkin pernah menyerang orang yang kita kenal.

Tanda dan Gejala demam berdarah : 
  • Demam tinggi mendadak biasanya > 38 derajat Celsius selama 2 sampai 7 hari. 
  • Pusing atau sakit kepala 
  • Nyeri di seluruh badan terutama di bagian otot dan persendian 
  • Gangguan pencernaan seperti napsu makan berkurang, rasa mual, muntah dan diare 
  • Tampak bintik-bintik merah di kulit yang tidak bisa hilang ketika ditekan atau dilebarkan dengan jari. Tanda tersebut biasanya muncul di daerah pergelangan kaki atau tangan juga di sekitar siku atau di daerah dada atau punggung. Namun gejala ini tidak selalu muncul pada semua penderita demam berdarah (secara epidemiologi hanya muncul pada 20% penderita demam berdarah). Harus dilakukan yang namanya tourniquet test terlebih dahulu, baru kemudian akan terlihat tanda merah tersebut. 
  • Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan) dan buang air besar berdarah 
  • Selain itu dari demam berdarah ada yang disebut dengan fase pelana kuda. Jika melihat bentuk grafiknya demam penderita demam berdarah memang seperti pelana kuda. Di siklus tersebut terbagi atas tiga fase
Fase Demam Berdarah Dengue
  1. Fase pertama adalah tahapan di mana penderita DBD akan mengalami panas yang sangat tinggi antara 1-3 hari
  2. Fase kedua adalah fase dimana demam akan turun secara drastis dan sering mengecoh karena seolah-oleh terjadi kesembuhan. Fase ini terjadi di hari 4-5. 
  3. Fase ketiga adalah fase penyembuhan di hari ke 6- dan 7. 

Depresi

Pengertian Depresi

DEPRESI adalah suatu keadaan yang ditandai perasaan sedih dan hilangnya minat terus menerus, hal ini akan mempengaruhi bagaimana anda berfikir dan berperilaku. Depresi dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik. Anda mungkin memiliki kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang normal dan membuat anda merasa seolah-olah hidup ini tidak layak untuk dijalani.

Depresi adalah penyakit kronis yang biasanya membutuhkan pengobatan jangka panjang. Tetapi jangan berkecil hati, kebanyakan orang yang mengalami depresi merasa lebih baik dengan pengobatan dan konseling psikologis.

Tanda dan Gejala

  • Sedih yang berkepanjangan 
  • Stamina lemah dan sering merasa letih 
  • Bertambah atau berkurangnya nafsu makan 
  • Sulit tidur atau tidur berlebihan 
  • Stress, cepat marah dan frustasi 
  • Tidak ada hasrat seksual 
  • Tidak memiliki harapan terhadap masa depan 
  • Keraguan, tidak fokus atau penurunan konsentrasi 
  • Sering berfikir untuk mati atau bunuh diri 
  • Masalah gangguan fisik yang tidak jelas seperti sakit punggung atau sakit kepala 

Penyebab Depresi
Penyebab pastinya tidak diketahui, namun sebagaimana penyakit  mental yang lain hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain: 

  1. Neurotransmitter: Reaksi kimia otak yang terjadi secara alami terkait dengan suasana hati yang berperan langsung terhadap depresi. 
  2. Hormon: Perubahan keseimbangan hormon tubuh menjadi pemicu depresi (masalah gangguan fungsi thyroid, menopause, dsb). 
  3. Garis keturunan: Depresi lebih sering terjadi pada orang yang anggota keluarganya juga memiliki kondisi yang sama. 
  4. Life Events: Kejadian tertentu seperti kematian atau kehilangan orang yang dicintai, masalah finansial dan stes yang tinggi dapat memicu depresi. 
  5. Trauma masa kecil : Peristiwa traumatis masa kanak-kanak seperti child abuse dan kehilangan orang tua dapat menyebabkan perubahan permanen pada otak yang membuat lebih rentan terhadap depresi.