Tomat

BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) adalah tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan. Tomat adalah buah yang memiliki berbagai vitamin dan senyawa anti penyakit.

Berikut Fakta Tentang Tomat

Zat aktif utama dalam tomat adalah Likopen (lycopene), yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki pengaruh dalam menurunkan resiko berbagai penyakit kronis termasuk kanker. Kandungan likopen pada tomat dipengaruhi suhu, jika suhu naik maka likopen semakin banyak terbentuk. Sehingga olahan tomat yang melalui proses pemanasan seperti pasta, saus dan sari tomat mengandung likopen yang tinggi.

Tomat kaya akan Vitamin A (623 IU/100gr) dan C (19,1mg/100gr). Satu buah tomat ukuran sedang mengandung hampir setengah jumlah kebutuhan harian Vitamin C orang dewasa. Manfaat Vitamin C selain sebagai antioksidan juga berperan dalam meningkatkan penyembuhan luka.

Kalium dalam buah tomat (222mg/100gr) mempunyai efek yang baik bagi kesehatan, yaitu membantu menurunkan tekanan darah. Sehingga baik dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi.

Tomat mengandung lemak dan kalori dalam jumlah rendah, bebas kolesterol dan merupakan sumber serat dan protein yang baik.

Oatmel

Belakangan ini oatmeal menjadi salah satu pangan yang sering disarankan oleh praktisi medis dan ahli gizi karena khasiatnya dalam membantu menjaga kolesterol dan gula darah.

Berikut fakta-fakta tentang Oatmeal:

Nilai indeks glikemik pada oat yang rendah mampu membantu mengendalikan glukosa darah. 
Indeks glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang terkandung dalam suatu bahan makanan.

Oat mengandung antioksidan avenanthramide. Antioksidan ini mampu melawan radikal bebas yang menyerang HDL. Senyawa ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler dan mencegah pengerasan arteri dengan cara menekan produksi molekul yang memungkinkan untuk mencegah pengerasan dinding arteri.

Vitamin B kompleks yang terdapat pada oat seperti B1, B2, B3, B6 serta asam folat berperan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein, dan menjadi energi, perkembangan otak, kesehatan jantung dan hati.
Oat sebagai sumber karbohidrat yang kaya akan serat (10,6 gr / 100 gr oat) dapat memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengendalikan berat badan.

Kandungan serat larut pada oat, bermanfaat bagi kesehatan saluran cerna, sehingga konsumsi serat yang cukup dapat mengurangi risiko penyakit kanker kolon.

Kandungan Beta Glucan dalam Oat mampu membantu menurunkan kadar kolesterol LDL jika dikonsumsi secara rutin.

Jengkol

Jengkol dengan nama latin “Pithecollobium Jiringa” sebenarnya mempunyai beberapa manfaat untuk kesehatan. Namun jengkol dapat menimbulkan bau tak sedap setelah melalui proses pencernaan.

Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur sulfur. Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu menghasilkan berbagai komponen yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah H2S yang terkenal sangat bau.

Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Di sinilah efek yang ditakuti orang-orang, yaitu jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuat air seni.

Risiko terkena jengkolan ini juga bergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi dan kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengkonsumsi sedikit jengkol saja ada kemungkinan enyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang mempengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

Terlepas dari bau yang ditimbulkan,  jengkol ternyata mengandung manfaat yang berguna bagi kesehatan. Jengkol mengandung protein yang cukup tinggi seperti halnya kacang-kacangan yaitu 23,3 gram per 100 gram bahan. Protein berfungsi membentuk enzim, hormon dan imunitas tubuh. Selain itu kandungan serat dalam jengkol memberikan manfaat bagi pencernaan, yang secara tidak langsung juga membantu penyerapan gula darah maupun kolesterol. Kandungan kalsium dalam jengkol berkisar 140 mg per 100 gram. Seperti yang kita ketahui kalsium adalah unsur penting yang mampu mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang, membantu proses metabolisme tubuh, penghubung antar jaringan syaraf, pergerakan otot dan kerja jantung. Jengkol juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan diantaranya vitamin A, B1, B2 dan C.

Berikut merupakan kandungan zat gizi dalam jengkol per 100 gr
  • Energi: 133 kkal
  • Protein: 23,3 g
  • Karbohidrat: 20,7 g
  • Vitamin A: 240 SI
  • Vitamin B: 0,7 mg
  • Vitamin C: 80 mg
  • Fosfor: 166,7 mg
  • Kalsium: 140 mg
  • Besi: 4,7 mg
  • Air: 49,5 g
  • Vitamin C: 80 mg
  • Protein: 23,3 g
  • Zat besi: 4,7 g
  • Kalsium: 140 mg
  • Fosfor 166,7 mg 

Namun demikian ada batas kewajaran yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi jengkol, karena jengkol memiliki karakteristik yang khas dan tidak ditemukan pada jenis bahan makanan lainnya. Hindari mengkonsumsi jengkol dalam kondisi mentah, sebaiknya rebus terlebih dahulu jengkol sebelum dimasak menjadi hidangan untuk mengurangi bau pada jengkol, dan disarankan untuk banyak minum air putih setelah mengkonsumsi jengkol.